Negeri Daun Jati adalah sebuah negeri yang kaya raya. Selain kaya Alam, negeri ini juga kaya sumber daya manusianya.
Namun diantara kekayaan ini, pekerjaan sebagai penyihir adalah pekerjaan yang rakyat anggap adalah pekerjaan mulia. Dimana seorang penyihir mampu mengubah orang yang bodoh menjadi pintar.
Sebab itulah, para pengurus kerajaan berusaha memberikan kesejahteraan bagi para penyihir.
Tak seberapa jauh dari pusat kerajaan, hiduplah seorang penyihir kecil bernama Benih. Setiap harinya Benih dengan rajin menyulap perkembangan anak-anak usia dini. Demi pengabdiannya, Benih rajin membaca dan mengikuti setiap seminar dan pelatihan bagi para penyihir. Bahkan Benih ikut menjadi anggota aktif di suatu perkumpulan bagi penyihir kecil di dusunnya.
Suatu hari, Benih mendapat kabar gembira bahwa dirinya telah termasuk salah satu penyihir yang mendapat sedikit perhatian dari kerajaan setiap 6 bulan sekali sebesar 600 lembar daun jati. Bertambah rajinlah Benih untuk berkreasi.
Bulan yang di nanti telah tiba, perhatian dari kerajaan akan Benih terima hari ini untuk yang pertama kalinya. Impiannya akan mengganti tongkat ajaibnya dengan yang lebih modern mungkin akan segera tercapai.
Pagi-pagi sekali Benih sudah bernyanyi kecil, membayangkan akan segera membeli tongkat baru. Benih berkumpul dengan kelompok kecilnya. kemudian pengurus kelompok mengumumkan bahwa ada uang kontribusi bagi penyihir yang mendapatkan perhatian kerajaan sebesar 35 lembar daun jati. Lalu Benih dan rekan-rekan penyihir kecil berangkat ke pendopo kecil kerajaan.
600 lembar daun jati dibagikan. Begitu pula dengan Benih. Nama Benih di panggil, duduk dihadapan prajurit kerajaan. Salah seorang Prajurit kerajaan mengatakan bahwa ada biaya administrasi untuk pengambilan dari istana ke pendopo sebanyak 25 lembar daun jati.
Benih menghitung….hitung….hitung….600 lembar dikurang 35 lembar dikurang 25 lembar sama dengan 540 lembar daun jati. Benih kembali berpikir, dalam rumahnya ada 4 penyihir dan kebutuhan rumah. Namun hanya 2 penyihir yang mendapat perhatian kerajaan. Baiklah…Benih akan berbagi dengan yang lain.
Kembali Benih berhitung…hitung…hitung…. 540 lembar ditambah 540 lembar di bagi 5 (4 penyihir dan 1 untuk kebutuhan rumah) sama dengan 216 lembar. Itulah jumlah lembar daun jati yang Benih terima.
Tongkat Ajaib yang baru…. mungkin harus menunggu lebih lama lagi. Padahal dalam penantian membeli tongkat ajaib yang baru itu, ada puluhan anak-anak yang terpaksa disulap apa adanya.
Bim Salabim…jadi apa…prok…prok…prok ???
